Anemia pada ibu hamil

Advertisement

Anemia-pada-Ibu-HamilAnemia pada ibu hamil – Pada umumnya ibu hamil memerlukan darah nyang lebih pada biasanya untuk tubuhnya. Hal ini disebabkan pada umumnya wanita sebelukm kehamilan pernah mengalami anemia. Termasuk perempuan muda yang mudah terkena anemia.

Hal tersebut dikarenakan kehamilan menimbulkan anemia yang disebabkan ada peningkatan volume darah sehingga sel darah merah relatif menjadi lebih rendah. Darah akan bertambah banyak dalam kehamilan yang lazim disebut Hidremia atau Hipervolemia. Selain hal tersebut berkurangnya asupan makanan karena mual dan muntah serta perdarahan pada waktu persalinan juga akan meningkatkan risiko anemia. Akan tetapi, bertambahnya sel darah kurang dibandingkan dengan bertambahnya plasma sehingga terjadi pengenceran darah.

Jika anemia tersebut ringan, mungkin dampaknya hampir tak ada sama sekali. Tapi, apabila hemoglobin masih di bawah 6 g/dL, ibu hamil mungkin akan merasa cepat lelah, hal tersebut berdampak pada gangguan fungsi jantung. Secara teratur umumnya pada kehamilan perlu pemeriksaan hemoglobin sehingga dapat dilakukan pencegahan atau terapi. Penyebab anemia pada kehamilan yang sering adalah karena kekurangan zat besi. Jika hemoglobin pada kehamilan trimester pertama di bawah 11 g/dL dan pada trimester kedua dan ketiga di bawah 10 g/dL, itu sudah dianggap anemia. Pengaruh keadaan anemia terhadap kehamilan bergantung pada derajat anemia.

Gejala yang dirasakan bagi ibu hamil yang mengalami anemia yaitu dengan tanda-tandaa 5L yaitu : lesu, lemah, letih, lelah, lalai. Dalam keadaan tersebut ibu hamil akan merasakan mudah mengantuk, sering pusing, sesak napas, mata berkunang-kunang, bahkan sampai pingsan, daya tahan tubuh menurun, dan mudah jatuh sakit.

Sebaiknya jika anda mengalami anemia jangan anggap sepele hal tesebut, sebab penyakit tersebut dapat berakibat fatal bagi anda, baik pada ibu maupun janinnya.

Risiko yang terjadi antara lain :
– keguguran
– kelahiran prematur
– persalinan lama
– perdarahan pasca-melahirkan
– bayi lahir dengan berat rendah
– hingga kemungkinan bayi lahir dengan cacat bawaan

Hal tersebut dapat terjadi disebabkan ibu hamil tidak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, padahal zat besi dapat didapat dari mengkonsumsi makanan empat sehat dan lima sempurna. Maka dari itu, bagi anda yang mengalami anemia sebaiknya lebih hati-hati dalam memilih makanan. Usahakan kebutuhan zat besi bagi tubuh terpenuhi.Untuk pencegahan biasanya dokter akan memberikan suplemen zat besi dengan asam folat. Namun, kalau sampai terjadi anemia berat, penanganan seperti transfusi darah mungkin saja dapat terjadi, tergantung pada keadaan si penderita.

Advertisement
Anemia pada ibu hamil | admin | 4.5