Askep diare anak
Askep diare anak – Anak kecil atau balita ternyata rentan terhadap penyakit diare karena masalah terbesar yang menyebabkan diare adalah kebersihan, sangat mungkin untuk mencegah penyakit satu ini menjangkit buah hati kita. Selama ini masih banyak orang tua yang menganggap enteng jika bayi atau anaknya mengalami diare. Akibatnya ketika datang ke doter sudah terlambat, pasien kekurangan banyak cairan, lemas, pada keadaan dehidrasi berat anak bahkan sudah tidak sadar.
Jika dibiarkan berlarut, diare akan mengakibatkan dehidrasi dan selanjutnya shock bahkan kematian. Bayi berumur kurang dari satu bulan sudah dinyatakan diare jika frekuensi buang air besarnya sudah lebih dari empat kali sehari. Sedangkan bayi di atas satu bulan jika frekuensinya lebih dari tiga kali.
Beberapa faktor penyebab diare pada anak-anak antara lain infeksi saluran pencernaan karena bakteri, virus atau parasit. Untuk anak yang diare tanpa dehidrasi berikan cairan seperti oralit, larutan garam, serta makanan atau buah yang mengandung air. Pada bayi berikan ASI lebih sering dengan ditambahkan oralit.
Jika diare tidak membaik dalam lima hari atau mulai muncul tanda-tanda dehidrasi segera hubungi dokter. Selama anak tidak menampakkan tanda dehidrasi biasanya diare akan berhenti sendiri tanpa perlu obat-obatan.
Berikut langkah agar si kecil terhindar diare
- Jika sikecil masih dalam masa menyusui berikan air susu ibu (ASI) secara penuh. ASI akan membantu pertahanan tubuh si kecil lebih kuat. Termasuk juga dalam menahan serangan kuman-kuman.
- Sterilkan botol susu yang biasa digunakan untuk minum susu. Rendam dulu dengn air panas sebelum diisi susu utuk si kecil.
- Masak dengan benar air yang akan digunakan untuk minum sampai benar-benar pada titik didih. Air mentah sangat potensial menjadi penyebab diare karena tercemar bakteri yang berasal dari tinja. Apalagi bila pertahanan tubuh si kecil sedang lamah, ia dapat dengan mudahnya terserang diare.
- Hindari menyimpan makanan masak pada suhu kamar. Ini bisa membuat makanan cepat basi atau cepat ditumbuhi jamur.
- Biasakan buah hati anda sedari kecoil untuk membuang air besar di tempatnya dan tidak sembarangan.
- Biasakan si kecil untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Begitu juga cuci tangan sesudah melakukan kegiatan apapun di luar rumah, sesudah buang air besar (BAB) dan kecil. Juga biasakan cuci tangan sesudah mengganti serta membersihakan kotoran anak, sesudah membuang tinja, sebelum memasak makanan dan terutama sebelum menyuapi di kecil.
- Selalu sediakan dan biasakan si kecil menggunakan sabun dalam mencuci tangan. Tidak lupa untuk membilas tangan dengan air mengalir dan dikeringkan dengan lap atau handuk yang bersih.
- Ajari si kecil agar tidak jajan sembarangan. Bila jajan, harus bisa membedakan mana jajanan yang layak (bersih) dan tidak.
- Biasakan si kecil untuk langsung katakan pada anda jika terserang sakit apapun, termasuk diare. Ini akan membuat penanganannya cepat dan tidak terlambat.
- Terakhir jangan lupa tetap menyediakan obat diare khusus untuk si kecil.
Prosedur penanggulangan kejadian luar biasa (KLB)
Kriteria KLB diare
Peningkatan kejadian kesakitan/kematian karena diare secara terus menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut (jam, hari, minggu). CRF karena diare dalam kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% atau lebih dibandingkan periode sebelumnya.
Masa Pra-KLB
Informasi kemungkinan akan terjadinya KLB/wabah adalah dengan melaksanakan SIStem Kewaspadaan Dini secara cermat. Selain itu melakukan langkah-langkah lainnya sebagai berikut.
- Meningkatkan kewaspadaan dini di Puskesmas baik SKD, tenaga dan logistik
- Membantu dan melatih TIM Gerak Cepat Puskesmas