Penyakit skabies (gudik)

Penyakit skabies (gudik) – Skabies adalah penyakit kulit akibat infestasi dan sensitisasi tungau Sarcoptes scabiei yang hanya menyerang manusia. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak walaupun orang dewasa dapat pula terkena. Lingkungan yang kumuh dengan kebersihan yang buruk dapat mempermudah penularan. Penularan dapat secara langsung maupun tidak langsung melalui pakaian, tempat tidur, alat-alat tidur dan handuk.

Gejala

Gejala yang selalu ditimbulkan oleh penyakit ini adalah rasa gatal terutama pada malam hari. Kelainan kulit mula-mula berupa tonjolan padat glembung-glembung dengan puncak yang berisi cairan. Kadang-kandang dapat terjadi infeksi sekunder akibat garukan sehingga terjadi glembung-glembung berisi nanah. Penyakit ini biasanya terdapat di sela jari tangan, pergelangan tangan, ketiak, sekitar pusat paha bagian dalam, alat kelamin pria dan pantat. Pada bayi dapat terjadi di kepala, telapak tangan dan kaki.

Pengobatan

Penyakit ini dapat diatasi dengan memberikan obat-obat berikut.

  • Sulfur presipitatum 2-5% dalam bentuk salep atau krim. Obat ini lebih efektif jika dicampur dengan asam salsilat 2%. Dioleskan di seluruh tubuh sesuadah mandi dan dipakai 3-4 hari berturut-turut.
  • Emulsi benzil benzoat 20-25% selama 24 jam dalam 3 hari berturut-turut.
  • Gama benzen heksa klorida (gameksan) 0,5-1% dalam salep atau krim dioleskan selama 24 jam sekali pemakaian.
  • Krim permetrin 5% dapat memberikan hasil yang baik setelah pemakaian satu kali seluruh tubuh dan selama 10 jam.

Pencegahan

Pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain meningkatkan kebersihan perorangan dan lingkungan. Selain itu sebaiknya hindari penularan misalnya dengan mencuci atau menjemur alat-alat tidur dan jangan memakai pakaian atau handuk bersama-sama dengan milik penderita. Seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah sebaiknya mendapatkan pengobatan tak terkecuali penyakit menular manapun sehingga mengurangi penularan ke lainnya.

6 Responses to “Penyakit skabies (gudik)”

  1. Saya punya hewan peliharaan ,, hewan saya itu dibagian kepalanya ada luka seperti gudig, luka itu berair , apakah itu termasuk gudig ? Bgaimana cra penyembuhannya?

  2. iya ni kaya’ nya si kecil juga kena penyakit ginian deh…dah mondar mandir tapi masih belum sembuh…pernah sebentar sembuh tapi kumat lagi…
    ijin kopas pengobatannya,mau tak catet trus konsultasi ma docter/apoteker buat obatnya….
    soalnya obat yg dari dokter ni kyanya g mempan

    thank thank

  3. numpang comment juga yah..sbnrx penyakit ini emang banyak di Indonesia..sy juga pernah dpt kasus ini..tp gambaran klinisnya tuh tidak terlalu khas..jd sedikit membingungkan..mungkin udah tersamarkan krn garukan..tp 1 kunci yg mengarahkan saya ke diagnosis ini ad/ penyakit ini menyerang scr berkelompok..jd orang serumah tuh pd kena’ semua..makanya kucoba dgn scabicid dan ternyata sembuh..

  4. Ank sy sptnya kena penyakit gudik, dah kdokter kulit, dpt resep
    anti biotik syrup sm zalf kulit, tp emg kumannya bandel, tiap
    mlm garuk2, kasian banget…..

  5. Sya & suami bingung dah hmpir 2 bln menderita gatal2 yg d diagnosa berbeda dr 2 rumki,
    yg prtma blg alergi detergen truz rumkit yg k 2 blg skebies..
    Rumkit 1 ksh obt,mang smbuh sich tp g lm kmbuh lg (kyk ketergantungan gt)
    rumkit 2 ksh obt yg sm skli g ngefek..
    Hikz,, hikz,, menderita bngt nie skr mlh tmbh prh

  6. Saya sdah 4blan ini mndrita zkit gatal2, sgla mcm obat udah sya cba tpi hzlnya nihil apa ada yg tau obat yg pling manjur bwat pnyakit gudik ini?

Leave a Reply